Suara Pembaruan, 25 November’09
KASUS MALAPRAKTIK RS Omni  Dihentikan

Pihak Keluarga Curiga Ada Penyuapan

(JAKARTA) Polda Metro Jaya berniat menghentikan penyidikan terhadap dugaan malapraktik yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Omni International, Alam Sutra, Tangerang. Polisi menganggap penyidikan tehadap kasus tersebut tidak cukup bukti.

 

Informasi itu disampaikan Juliana Dharmadi, ibu bayi kembar Jayden Christophel dan Jared Christophel yang dirawat di RS Omni, bulan Mei 2008 lalu.
“Kami sudah ada pemberitahuan awal. Pekan depan kemungkinan akan ada surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Kami sangat kaget dengan rencana itu,” kata Juliana di Jakarta, Selasa (24/11)
Awal Juni 200i9, Juliana lewat kuasa hukiumnya, OC Kaligis melaporkan dugaan malapraktik di RS Omni ke Polda Metro Jaya. Akibat kegiatan tersebut, Jared mengalami kerusakan pada retina matanya yang menyebabkan kebutaan.
Juliana menilai, RS Omni lalai merawat Jared. Hal itu karena saat dilahirkan, Jared tidak menderita kelainan atau mengalami cacat mata. Namun, setelah 42 hari dirawat diinkubator RS Omni, Jared malah menjadi buta.
“Anak saya memang lahir premature dengan berat 1,5 Kg dan berumur 33 minggu pada tgl 26 Mei 2008 lalu. Tetapi saat lahir, ia normal. Saya kaget setelah pulang dari RS Omni, 6 Juni 2008, di malah menderita kebutaan. Yang menyakitkan adalah RS Omni tidak memberitahu kalau anak kami telah buta”, ujarnya.
Dengan kenyataan itu, Juliana bersama suaminya, Kiki Kurniadi melaporkan perbuatan RS Omni khususnya dokter Ferdy Limawal yang merawat Jared ke Polda Metro Jaya. Fredi dinilai melakukan perbuatan malapraktik yang mengakibatkan kebutaan terhadap Jared.
“Sudah 6 bulan penyidikan, tetapi tidak ada pekembangan. Malah mau dikeluarkan SP3,” tegasnya.
Tidak sesuai laporan.
Juliana menjelaskan, setelah dicek ke Polda Metro Jaya, ternyata penyidikan tidak sesuai dengan laporan. Juliana lewat kuasa hukumnya melaporkan Dr Ferdi diduga melakukan tindakan pidana kelalaian yang mengakibatkan orang luka berat dan cacat.
Namun dalam penyidikan malah diarahkan bahwa kebutaan yang diderita Jared karena penyakit, bukan akibat kelalaian perawatan. Selain itu, saksi yang dipanggil pun hunya terbatas pada dokter yang berasal dari RS Omni.
“Ini ada apa? Apa karena ditekan atau dibayar? Kenapa surat dari Australia itu tidak diperhatikan? Kok penyidikan dibelokkan? Penyidik membuat scenario sendiri yang menyimpang dari laporan,” tutur Juliana. (R-14)