Suara Pembaruan 16 Nov’09
Kasus Malapraktek RS Omni.  Bukti Pendukung Diabaikan.

 

(JAKARTA) Penyidik di bagian kriminal anak dan ibu di Polda Metro Jaya mengabaikan bukti dari Westmed Children’s Hospital Sydney, Australia terkait kegiatan malapraktek di RS Omni International, Alam Sutra, Tangerang.

 

Padahal, bukti dari Westmed Children’s Hospital itu cukup penting untuk mengungkap kegiatan malapratik di RS Omni. Akibat pengabaian itu, penyelidikan kasus itupun bakal dihentikan karena tidak cukup bukti. 
 
“Kami tidak tahu kenapa diabaikan. Pada hal,  dalam pernyataan dari Westmed Chilrdren’s Hospital Sydney itu, sudah jelas-jelas dinyatakan RS Omni lalai merawat anak kami,” kata Juliana Dharmadi di Jakarta, Rabu (25-11).
 
Juliana merupakan ibu dari bayi kembar Jayden Christophel  dan Jared Christophel yang dirawat di RS Omni, May 2008 lalu. Dua bayi itu dirawat di RS Omni selama 42 hari karena lahir premature dalam usia 33 minggu. Namun, setelah kelaur dari RS Omni, Jared mengalami gangguan pada retina matanya yang menyebabkan kebutaan.
 
Juliana mencurigai telah terjadi jkegiatan malapraktik di RS Omni. Pasalnya, pada saan lahir, keduanya normal tanpa cacat. Hanya berat badan yang kurang, yaitu Jared 1,5 Kg dan Jayden 1,35 Kg.
 
Akibat kelalaian itu, Juliana lewat kuasa hukumny, OC Kaligis melaporkan dugaan malapraktik RS Omni ke Polda Metro Jaya pada Juni 2009,. Dugaan malapraktik terutama dilakukan Dr Ferdi Limawal yang merawat Jared.
 
Namun, hingga awal November, penyelidikan kasus tsb berjalan ditempat. Bahkan ada isyarat akan dihentikan dengan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
 
Juliana menegaskan, rencana SP3 itu aneh karena penyidik hanya bersumber pada keterangan dokter dari RS Omni. (R-14)