Pakar Hukum Prof DR Otto Cornelis Kaligis SH MH usai memberikan kuliah umum di UNSRAT.

Pakar Hukum Prof DR Otto Cornelis Kaligis SH MH usai memberikan kuliah umum di UNSRAT.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO –   Kekayaan Indonesia yang tak diperkuat sistem perekonomian yang ketat membuka peluang pihak asing menjajah negeri ini. Penjajahan itu kini sementara berlangsung.

Demikian pemaparan pakar hukum Prof DR Otto Cornelis Kaligis SH MH, Senin (16/3), seusai memberi materi dalam kuliah umum program doktoral ilmu hukum di Universitas Sam Ratulangi Manado.

Ada dua contoh fakta yang ia peroleh. Pertama, pembelian tanah warga lokal oleh warga negara asing (WNA).

“Saat ini banyak sekali negara asing membeli tanah warga lokal. Sementara warga lokal yang melihat nilai uang yang cukup besar merelakan tanah atau asetnya dijual. Hal ini menyebabkan negara kita mengalami penurunan nilai ekonomi. Negara yang dikenal dengan hasil pertanian mulai hilang dan saat ini kesulitan menjalankan ekonomi keluarga, seakan anak negeri menjadi penegemis di negeri sendiri,” ujar Kaligis kepada Tribun Manado.

Contoh kedua, pemalsuan dokumen oleh warga negara asing demi membuka usaha di Indonesia.

“Pemalsuan dokumen sudah banyak kali terjadi, WNA mulai banyak datang dan menggunakan identitas palsu. Situasi ini menambah sulitnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka (WNA) mulai melakukan usaha-usaha memajukan diri sendiri. Di Negara kita ini mereka melihat peluang besar, untuk malakukan pemanfaatan ekonomi,” kata dia.

Dengan kondisi itu, lanjut pakar hukum ini, warga harus mengelola tanah dan hasil bumi untuk memajukan perekonomian. Selain itu, kaum muda yang sementara menuntut ilmu agar siap dan tanggap terhadap perubahan ekonomi. Generasi muda harus bangkit dalam bidang reformasi ekonomi.

“Tentunya kita harus lebih kritis untuk berpikir. Kita sendiri harus mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menumbuhkan ekonomi keluarga. Dengan perubahan-perubahan status ekonomi pastinya warga akan tertekan. Namun marilah kita berpikir ke depan untuk membangun daya kreativitas tanpa harus melibatkan pihak asing yang merugikan,” ujarnya.(tribun manado/felix tendeken)

 

Sumber: http://manado.tribunnews.com/2015/03/17/oc-kaligis-kita-sementara-dijajah-melalui-ekonomi